Jumat, Agustus 15, 2008
DI BaLiK SemUa InI
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
Yang memberatkan punggungmu?,
Dan Kami telah tinggikan bagimu sebutan ( nama ) mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh - sungguh (urusan) yang lain,
Dan hanya Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. ( AL-Insyiraah )
Alhamdulillah, sungguh, nikmat Tuhan yang manakah yang bisa kita dustakan? rasanya, adem dan tentram membaca surat AL-Insyiraah. Bagaimana tidak? itu adalah janji sang maha Agung, Sang Pemilik semesta. Tak ada yang perlu diragukan. Kadang kita merasa apa yang terjadi pada kita, terutama kesulitan, kesempitan, maupun musibah merupakan hal yang menyengsarakan, bahkan tidak jarang yang akhirnya berprasangka tidak baik padaNYA, Subhanallah. Padahal jelas didalam surat Al-Insyiraah, ALLAH menjanjikan bahwa dibalik kesulitan itu ada kemudahan. dan terdapat pengulangan dimana hal tersebut menunjukkan penegasan akan janji tersebut. Ada beberapa arti dari kesulitan yang kita rasakan, tentunya masing - masing orang berbeda baik jenis maupun tingkatnya, hanya kesulitan itu merupakan ujian. Ujian untuk meningkatkan iman kita, ujian untuk semakin dekat padaNYA, ujian untuk mengerti makna hidup, ujian untuk tahu siapa diri kita dan Tuhan kita dan ujian untuk mendapatkan yang terbaik. Asal kita mengerjakan urusan-urusan kita dengan bersungguh-sungguh, ikhlas dan senantiasa bersyukur......hm, semakin mantap rasanya melewati semua ini, yah dibalik semua ini yang telah terjadi, ternyata aku bisa memaknainya, suka duka, susah senang, sedih bahagia, pahit manis, enak ga enak adalah satu kesatuan dalam hidup. ga mungkin kita mengalami senang terus atau susah terus, pasti ada hal dimana disatu sisi kita senang disatu sisi yang lain kita susah, disatu sisi aku bahagia dengan keluarga sederhana dan karier yang bagus, disatu sisi aku belom dikaruniai jodoh bahkan disakiti mulu ^_^ so, jangan pernah kwatir dalam menjalani idup ini....style enjoy ajah ^_^ yang pasti jadilah seseorang yang slalu pengenbaik *_*
Rabu, Mei 28, 2008
LeBiH BaIK
Setiap orang akan memiliki jalan masing - masing seperti setiap orang memiliki bentuk yang berbeda, sekalipun kembar. Dalam menjalani hidup ini kita memang di minta untuk belajar, belajar dari masa lalu, belajar dari ahli agama baik yang dulu maupun yang sekarang maupun belajar dari kesalahan.Kadang kita pernah merasa terpuruk, terhempas, dipuncak dan tercukupi dalam hidup. Ya, hidup memang penuh liku dan warna, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya, mewarnainya.Tidak semua yang buruk dalam hidup kita menjadikan kita tidak berarti.Dan belom tentu orang yang hidupnya lurus, lempeng itu lebih baik dengan orang yang hidupnya penuh liku, pernah ternoda, pernah terhina, pernah terpuruk dan terhempas. Bagaimana mungkin kita menghakimi seseorang atas masa lalu mereka???
"Maksiat yang melahirkan sikap hina dina di hadapan Allah itu lebih baik ketimbang ketaatan keapada Allah yang melahirkan sikap merasa mulia dan sombong."
Sebesar apa pun kemaksiatan dan dosa seseorang, jika memasuki pintu taubat, Allah tetap menyambutnya dengan Pintu Ampunan yang agung, bahkan dengan kegembiraanNya yang Maha dahsyat kepadamu.
Karena sebesar langit dan bumi ini, jika anda penuhi dengan dosa-dosa anda, dikalikan lagi dengan lipatan jumlah penghuni planet ini, kelipatan dosa itu, sesungguhnya ampunan Allah masih lebih besar dan lebih agung lagi.
Oleh sebab itu Ibnu Athaillah membesarkan hati orang yang telah berbuat dosa agar tidak putus asa terhadap ampunan Allah, bahkan orang yang berdosa namun bertobat dengan penuh rasa hina dina dihadapan Allah itu dinilai lebih baik, dibanding orang yang ahli ibadah yang merasa hebat, merasa suci, merasa paling mulia dan merasa sombong dengan ibadahnya.
Mengapa ? Karena ada dosa yang lebih tinggi lagi dibanding maksiat, yaitu dosanya orang takjub atau kagum pada diri sendiri. Bahkan Rasulullah saw. Bersabda : "Jikalau kalian tak pernah berbuat dosa, niscaya yang paling saya takutkan pada kalian adalah yang lebih dahsyat lagi, yaitu 'ujub (kagum pada diri sendiri)."
Bahkan betapa banyak orang yang dulunya ahli maksiat lalu diangkat derajatnya menjadi manusia mulia di hadapan Allah Ta'ala. Begitu juga banyak ahli ibadah tetapi berakhir hina di hadapanNya gara-gara ia sombong dan merasa lebih dibanding yang lainnya.
Orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar, apakah ia aktivis muslim, da'I, ustadz, kyai, ulama', muballigh, ketika mereka menyerukan amar ma'ruf nahi mungkar, lantas dirinya merasa lebih baik dari yang lain, adalah wujud kesombongan yang hina pada dirinya.
Dibanding seorang preman yang bertobat, pelacur yang bertobat, maling yang bertobat dengan kerendahan jiwa di hadapan Allah, mereka yang merasa paling Islami itu justru menjadi paling hina, jika ia tidak segera bertobat.
Nabi Adam as, mendapatkan kemuliaan luar biasa sebagai Nabi, Rasul, Khalifah, Abul Basyar, justru ketika sudah turun di muka bumi, karena tindak dosanya di syurga. Namun Nabi Adam bertobat dalam remuk redam jiwanya dan hina dina hatinya di depan Allah, justru Allah mengangkat dan menyempurnakan ma'rifatnya ketika di dunia, bukan ketika di syurga dulu.
Nabi Adam as, menjadi Insan Kamil ketika di dunia, bukan ketika di syurga. Oleh sebab itu terkadang Allah mentakdirkan maksiat pada seorang hamba dalam rangka agar si hamba lebih luhur dan dekat kepada Allah. Wacana ini dilontarkan agar manusia tidak putus asa atas masa lalu dan nodanya di masa lampau, siapa tahu, malah membuat dirinya naik derajat.
Wacana ini pula tidak bias dipandang dengan mata hati, nafsu dan hasrat hawa. Misalnya, "Kalau begitu maksiat saja, siapa tahu, kita malah naik derajat." Kalimat ini adalah kalimat yang muncul dari hawa nafsu!
Wacana mengenai naiknya derajat paska maksiat, hanya untuk orang yang sudah terlanjur maksiat, agar tidak putus asa dan tetap menjaga rasa baik sangka kepada Allah Ta'ala (husnudzon).
Apalagi di akhir zaman ini, jika disurvey, membuktikan bahwa orang yang kembali kepada Allah dengan taubatnya, biasanya didahului oleh kehidupan yang hancur-hancuran, maksiat yang bernoda.
Akhir zaman ini juga banyak dibuktikan, khususnya di wilayah kota, betapa banyak orang yang merasa bangga diri dengan ahli ibadahnya, ketekunan dan taatnya, diam-diam ia ujub dan sombong, merasa lebih dibanding lainnya.
Sifat hina dina adalah wujud kehambaan kita. Manusia akan sulit mengakui kehambaannya manakala ia merasa mulia, merasa sombong, ujub, apalagi merasa hebat dibanding yang lainnya.
Karena itu rasa hina dina, apakah karena diakibatkan oleh kemaksiatan atau seseorang mampu menjaga rasa hina dina di hadapan Allah, adalah kunci terbukanya Pintu-pintu Allah Ta'ala, karena kesadaran seperti itu, membuat seseorang lebih mudah fana' di hadapanNya.
Selasa, Mei 27, 2008
TaHAjjUd CaLL >>>> TeRCinTA
Minggu, Maret 30, 2008
NonToN AyAT-aYAT CiNTa????
Sabtu, Maret 29, 2008
CinTa vs MeNUnGgU
Apakah Cinta itu?
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan
untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya
bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus
percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi
yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin
tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian
itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang
memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini
terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan
pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat
seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
karena alasan yang penting.
Langganan:
Postingan (Atom)
